Jatis is a leading e-solution provider,
from both business and technical
perspective.
     
SITE SEARCH
  Go
Home
About Us
Newsroom
Corporate Governance
Contact
Career
Jatis Solutions
Jatis Mobile
Firium
Home > Newsroom
  Jatis in the News
  Jatuh Bangun di Bisnis Informasi Teknologi (1)
   

Harian Kontan

(Senin, 11 Desember 2007)

Tak banyak anak muda yang berani terjun habis-habisan sebagai pebisnis. Salah satu diantara mereka adalah Izak Jenie. Dalam usia yang terhitung masih muda, 37 tahun, Izak berhasil membersarkan Jatis Solutions, perusahaan penyedia solusi aplikasi teknologi informasi (TI) yang memiliki omzet ratusan miliar rupiah per tahun. Keberhasilan tak datang dalam hitungan hari. Izak berkali-kali jatuh bangun membesarkan usaha teknolgi informasi.

Sebelum mengalami keberhasilan, Izak juga menjalani masa-masa sulit. Sebelum masa krisis moneter, tahun 1997, Izak pernah mendirikan perusahaan sebanyak tujuh perusahaan TI yang bergerak diberbagai bidang. "Tapi semua perusahaan tersebut jatuh bangkrut," ungkap Izak Jenie.

Satu dari tujuh perusahaan yang pernah digarap Izak adalah toko buku online. Sekitar tahun 1995, Izak mendirikan toko buku online bernama Sanur Online Book Store tak secemerlang apa yang diidam-idamkan Izak.

Jatuh bangun dan babak belur dalam membangun perusahaan membuat Izak berpikir keras. Dia tidak ingin menjadi bulan-bulanan kembali. Pada 1997, dia bertemu Jusuf Sjariffudin. Bersama Jusuf, Izak memutar otak, berpikir jernih dan kreatif bagaimana membangun bisnis yang bisa bertahan lama. Izak tetap setia untuk membangun perusahaan yang bergerak dibidang IT. Belakangan Jusuf Sjariffudin jadi Chief Executive Officer (CEO) Jatis Solutions. Adapun Izak menduduki posisi direktur.

Waktu itu, Izak berpendapat masih sedikit jumlah perusahaan TI di Indonesia. Sebenarnya ini merupakan peluang emas untuk membangun fundamen atau dasar bisnis yang tangguh. Mulailah Izak bersama tiga temannya mendirikan  PT. Jati Piranti Solusindo alias Jatis Solutions. Filosofi perusahaan ini diambil dari nama pohon Jati yang mengedepankan nilai-nilai kekuatan (strength), ketahanan (hardiness), serta keabadian (longevity).

Izak dan kawan-kawan patungan mengumpulkan uang sampai !p. 1 miliar sebagai investasi awal di perusahaan yang menyediakan solusi TI dan solusi bisnis ini. Jatis Solutions saat mengawali usaha ini hanya diperkuat 10 orang, masing-masing bertugas ditingkat manajemen dan pelaksana.

Menurut Izak, tidak mudah untuk memulai bisnis ini. Proyek pertama yang mereka garap adalah hasil dari lobi dengan famili sendiri. Misalnya, menggarap solusi TI perusahaan yang bergerak dibidang pemberitaan finansial, Warta Artha. Kebetulan salah satu petinggi perusahaan itu adalah paman dari Izak. Jatis juga menggarap proyek milik perusahaan sofware raksasa, Oracle, yang menjadi rekanannya, serta proyek di pabrik rokok Gudang Garam. "Di Gudang Garam giliran Jusuf yang punya famili di situ," kata Izak. Berawal dari proyek-proyek hasil sumbangan dari keluarga itulah, Jatis Solutions memulai kiprah sebagai perusahaan TI.

Izak menuturkan, kunci suksesnya menggelindingkan bisnis Jatis dimulai sejak awal. Dan, meminta proyek dengan famili tidaklah berdosa. Lagi pula, perusahaan yang baru menetas sangat berat jika tidak ditopang strategi pemasaran yang jitu dan kretif. Hasil karya di Gudang Garam dan Warta Artha membuat nama Jatis Solutions, perlahan tapi pasti, membubung tinggi.

Tapi, membangun bisnis dari nol bukannya tanpa hambatan. Justru di awal-awal tahun ujian berat menghadang Izak dan kawan-kawan. Kejadiannya saat krismon alias krisis moneter, pada Mei 1997. Jatis Solutions terpaksa tutup tiga bulan lantaran kondisi negara porak poranda, serba tidak menentu. "Kami bekerja dari rumah masing-masing karena situasi eksternal tidak kondusif," katanya.

(bersambung)

Sandy Baskoro

 
    < back  
 
Home | Contact | Sitemap | Copyright 2007 PT Jati Piranti Solusindo. All rights reserved.