Jatis is a leading e-solution provider,
from both business and technical
perspective.
     
SITE SEARCH
  Go
Home
About Us
Newsroom
Corporate Governance
Contact
Career
Jatis Solutions
Jatis Mobile
Firium
Home > Newsroom
  Jatis in the News
  Konten Berbasis Komunitas Mulai Tumbuh
   

Konten Berbasis Komunitas Mulai Tumbuh

(www.bisnis.com - Wednesday, April 4th 2007)

 

 

Kemunculan program konten berbasis komunitas yang dapat diakses lewat beragam media (portal WAP, web, dan SMS) akan meramaikan industri konten dalam negeri.

 

Pamungkas Trishadiatmoko, manajer konten & solusi media PT. Ericsson Indonesia, melihat adanya kebutuhan untuk berbagi informasi dan tetap terhubung didalam komunitas yang memberi peluang bagi industri konten.

 

“Fenomena terbentuknya beragam komunitas itu bisa dilihat dari menjamurnya berbagai mailist di Internet, mulai dari penggemar otomotif, penyuka satu grup musik, kumpulan pekerja seprofesi, dan beragam mailist lainnya,” ujar dia. Menurut Pamungkas, komunitas mailist tersebut dapat diolah atau dipindahkan menjadi konten, karena perkembangan teknolodi di bidang telekomunikasi memungkinkan hal tersebut.

 

Dia mencontohkan konten Big Brother yang diluncurkan oleh tiga perusahaan Australia. Pada awalnya, konten itu hanyalah merupakan acara televisi, yang kemudian dikembangkan menjadi banyak konten. Materi kontennya juga sangat beragam, mulai dari kehidupan peserta acara TV itu yang disiarkan dari kamera web. “Lalu penonton bisa mengirim pesan video, memainkan games online Big Brother, pesan SMS mengenai acara ini yang terus diperbarui, juga nada dering dan wallpaper,” lanjutnya.

 


Pergeseran Inisiatif

 

Perkembangan konten komunitas tersebut kini mulai merambah komunitas konten di Indonesia. Para penyedia konten melihat hal tersebut sebagai fenomena yang menarik, karena terus mengalami perkembangan yang signifikan.

 

Erik Rivai Ridzal, Chief Executive Officer Jatis Mobile, justru menyoroti pergeseran inisiatif pembentukan konten berbasis komunitas tersebut. “Awalnya, inisiatif itu datang dari operator yang menghasilkan komunitas-komunitas pengguna layanan seluler yang sama. Kini inisiatif itu justru datang dari penyedia konten dan komunitas,” tandasnya.

 

Erik menilai infrastruktur telekomunikasi yang kian berkembang mampu mendukung konten berbasis komunitas yang bukan dibentuk oleh operator. Dia memberikan contoh konten komunitas program Prambors Circle. Program berbasis komunitas ini merupakah hasil kerja sama antara komunitas radio Prambors dengan Jatis Mobile. Kerja sama ini juga melibatkan lima mitra lain: Sony Ericsson, Mphoto, McDonalds, Disc Tarra, Sony Indonesia.

 

Jatis Mobile kini juga tengah mengembangkan konten berbasis komunitas yang rencananya akan menggandeng industri televisi nasional, televisi lokal, dan media cetak.

 

“Di era teknologi generasi ketiga, konten-konten berbasis komunitas lebih menarik, tidak hanya berbasis teks saja, tapi juga sinergi antar audio dan visual. Ke depan nanti konten-konten seperti video blogging, layanan streaming televisi akan mudah dijumpai,” tutur Erik.

 


 
    < back  
 
Home | Contact | Sitemap | Copyright 2007 PT Jati Piranti Solusindo. All rights reserved.